Rabu, 15 Oktober 2008

Pemilu Pakai Fisika


Fisika dengan Pemilu memang cukup asing dikaitkannya, namun ternyata pada tahun 2004, terdapat konsep fisika di dalamnya. Jika pergerakan saham menjadi fokus perhatian ekonofisika (econophysics), maka pemungutan suara dan pemilu bisa merupakan salah satu pusat perhatian sosiofisika (sociophysics).

Pada umumnya, ilmu statistik lebih berperan penting untuk perolehen suara dalam pemilu, menyimpan banyak makna menarik untuk dibedah. Di luar analisis statistik, fisika ikut berperan dalam perolehan data-data melalui sebuah metode, ekonofisika.


engan peralihan distribusi, dalam populasi tersebar tidak merata. Ketidakseimbangan antara penyebaran populasi yang satu lebih banyak, sedangkan yang satu lagi tersebar dengan populasi yang lebih sedikit.

Kategori sifat distribusi terkuat adalah distribusi power-law, yang dipergunakan dalam peristiwa fisika yang berhubungan dengan keadaan kritis. Pada kondisi seperti ini, air berada diantara cair dan gas. Molekul-molekul pada air melakukan tindakan untuk mengatur dirinya untuk mengubah massa jenis, kompresibilitas dan viskositas air tersebut.

Terkait dengan pemilu, distribusi power-law mengkondisikan masyarakat pada keadaan kritis, masyarakat dituntut menentukan pilihannya berdasarkan pada kehendaknya masing-masing (demokratis).

Sifat pengaturan diri pada kondisi yang kritis, sebagai orientasi mendatang pemilihan Presiden dapat diprediksikan bahwa nantinya yang akan terpilih adalah seorang Presiden yang mampu mensosialisasikan dirinya ke masyarakat umum, melalui media massa maupun kunjungan tatap muka langsung. (Prof. Yohanes Surya, Ph.D/rmb)

0 Comments:

 




© 2008 | Tarakan Kalimantan Timur | Blog : Hasbullah